Sambutan Faiz Fathur Rahman: Perwakilan Kelas XII Angkatan ke-33 SMA Muhammadiyah 5 Palembang
Sambutan Faiz Fathur Rahman: Perwakilan Kelas XII Angkatan ke-33 SMA Muhammadiyah 5 Palembang Pada acara Pelepasan Angkatan ke-33 SMA Muhammadiyah 5 Palembang yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2026, Faiz...

Sambutan Faiz Fathur Rahman: Perwakilan Kelas XII Angkatan ke-33 SMA Muhammadiyah 5 Palembang
Pada acara Pelepasan Angkatan ke-33 SMA Muhammadiyah 5 Palembang yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional 2026, Faiz Fathur Rahman tampil mewakili seluruh siswa kelas XII menyampaikan sambutan yang penuh ketulusan dan keharuan. Sebagai perwakilan angkatan ke-33, Faiz berdiri di depan seluruh hadirin dengan hati penuh syukur sekaligus rasa haru yang mendalam. Oleh karena itu, sambutan ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam seluruh rangkaian acara pelepasan tersebut.
Tiga Tahun yang Menjadi Rumah Kedua
Pertama-tama, Faiz membuka sambutannya dengan mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya. Ia menyebut hari pelepasan ini sebagai hari yang sangat istimewa — hari yang selama ini angkatan ke-33 tunggu-tunggu, namun ketika benar-benar tiba, terasa begitu berat untuk dijalani.
Selanjutnya, Faiz menegaskan betapa berartinya SMA Muhammadiyah 5 Palembang bagi seluruh angkatan ke-33:
“Hari ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan kami sebagai siswa-siswi SMA Muhammadiyah 5. Tempat yang selama tiga tahun ini telah menjadi rumah kedua bagi kami — tempat kami belajar, tumbuh, berjuang, tertawa, bahkan menangis bersama.”
Dengan demikian, Faiz berhasil menggambarkan betapa dalamnya ikatan emosional yang seluruh angkatan ke-33 bangun bersama sekolah ini selama tiga tahun penuh.
Terima Kasih kepada Para Guru: Jasa yang Tak Ternilai
Selanjutnya, Faiz menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Bapak dan Ibu guru. Lebih dari itu, ia dengan jujur mengakui bahwa perjalanan angkatan ke-33 tidak selalu sempurna:
“Kami sadar, mendidik kami bukanlah hal yang mudah. Ada saat di mana kami lalai, ada saat di mana kami membangkang, ada saat di mana kami mengecewakan.”
Namun demikian, Faiz menegaskan bahwa para guru tidak pernah lelah menuntun mereka kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, ia menyampaikan doa tulus untuk seluruh pendidik:
“Semoga setiap ilmu yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan kepada Bapak dan Ibu semua.”
Terima Kasih kepada Orang Tua: Cinta yang Tak Terucap
Berikutnya, Faiz mengalihkan sambutannya kepada para orang tua dan wali murid yang hadir. Dengan suara yang penuh haru, ia menyampaikan ungkapan terima kasih yang sangat menyentuh hati:
“Terima kasih atas doa-doa yang diam-diam dipanjatkan setiap malam, atas kerja keras yang tak kenal lelah, atas air mata dan pengorbanan yang tak pernah kalian ceritakan.”
Selain itu, Faiz juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh orang tua. Ia mengakui bahwa angkatan ke-33 belum selalu menjadi anak yang sempurna. Dengan demikian, momen ini berhasil menghadirkan suasana haru yang mendalam di antara para wali murid yang hadir.
Pesan untuk Teman Seperjuangan: Kenangan yang Abadi
Lebih jauh lagi, Faiz menyapa teman-teman seangkatannya dengan penuh kehangatan. Ia mengingatkan bahwa tiga tahun bersama menyimpan begitu banyak cerita berharga:
“Tentang tawa yang memenuhi kelas, tentang tugas yang membuat kita mengeluh bersama, tentang kenangan di kantin, tentang canda di lorong sekolah, tentang rasa lelah menghadapi ujian, dan tentang kebersamaan yang tidak akan pernah terulang dengan cara yang sama.”
Selanjutnya, Faiz menyampaikan pesan yang sangat bijak kepada seluruh teman seangkatannya:
“Meskipun langkah kita nanti akan menuju jalan yang berbeda-beda, hati kita akan selalu terhubung oleh cerita yang pernah kita lalui bersama di SMA Muhammadiyah 5.”
Dengan demikian, Faiz berhasil mengingatkan bahwa perpisahan bukan berarti putusnya ikatan persaudaraan yang selama tiga tahun mereka bangun bersama.
Awal Baru Menuju Masa Depan
Sebagai bagian penutup sambutannya, Faiz menegaskan bahwa hari pelepasan ini bukan sekadar akhir, melainkan juga sebuah awal yang penuh harapan:
“Hari ini bukan hanya akhir dari masa sekolah kami, tetapi juga awal dari perjalanan baru menuju masa depan.”
Selain itu, Faiz juga menyampaikan permohonan doa restu kepada seluruh guru dan orang tua. Ia berharap Allah SWT memudahkan langkah seluruh angkatan ke-33, serta memberikan mereka kekuatan untuk menjaga nama baik SMA Muhammadiyah 5 Palembang di mana pun mereka berada.
Pesan Terakhir: Jangan Lupakan Mimpi
Sebagai penutup, Faiz mengakhiri sambutannya dengan pesan yang penuh semangat dan menggugah:
“Untuk teman-teman kelas 12, jangan lupakan sekolah ini. Jangan lupakan orang-orang yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup kita. Jangan lupakan mimpi-mimpi yang pernah kita ucapkan di bangku sekolah ini. Dan jangan pernah menyerah menghadapi masa depan.”
Selanjutnya, Faiz menutup sambutannya dengan ungkapan yang sangat bermakna:

“Terima kasih SMA Muhammadiyah 5, karena telah menjadi tempat kami belajar, bertumbuh, dan mengenal arti perjuangan. Kami bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar ini.”
“Selamat tinggal masa putih abu-abu, selamat datang masa depan.”
Setelah itu, Faiz menutup sambutannya dengan kutipan ayat yang juga terukir dalam logo sekolah:
نٓ ۚ وَٱلْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ “Nuun, wal qolami wama yasturun” QS. Al-Qalam: 1
Dengan demikian, sambutan Faiz Fathur Rahman menjadi salah satu momen paling berkesan dan membekas dalam acara Pelepasan Angkatan ke-33 SMA Muhammadiyah 5 Palembang. Oleh karena itu, seluruh hadirin memberikan tepuk tangan yang meriah sebagai bentuk apresiasi atas ketulusan dan keberanian Faiz dalam mewakili suara hati seluruh angkatan ke-33.